Mari kita kaji.
iPad Sebagai Penguasa De facto
Pada
awal 90-an, Apple sebenarnya sudah mencoba mempopulerkan Newton, yaitu
sebuah tablet mini besutan mereka. Newton sudah berfungsi sebagaimana
layaknya tablet jaman sekarang, bisa menjalankan organizer dan aplikasi
lain.
Hanya saja, Newton lebih dioptimalkan untuk menggunakan
stylus. Namun karena produk tersebut 'terlalu maju' dibanding jamannya,
maka akhirnya Steve Jobs menghentikan proyek Newton untuk selamanya.
Akhirnya,
iPad adalah suatu keberhasilan, yang tidak pernah bisa diraih oleh
Newton. iPad merupakan tablet paling populer. Menurut beberapa review, perangkat ini menguasai pasar dunia sekitar 60-80 persen.
Padahal di awal-awal kemunculannya, banyak reviewer yang
meragukan bahwa tablet akan menjadi suatu platform mainstream. Ternyata
iPad akhirnya menjadi penguasa pasar di sebuah platform baru yang mulai
menjadi mainstream.
Positioning Apple terhadap iPad sangatlah bagus, karena mereka memang menargetkan suatu daerah 'uncharted' antara high end iPhone dan low end Macbook. Di situlah iPad masuk.
iPad memiliki dukungan aplikasi yang sangat lengkap, mulai dari paket
produktivitas sampai dengan game. Apple sudah memporting iWorks dan
iLife dari platform Mac ke iPad. Aplikasi tersebut menjadi salah satu
'bahan bakar' bagi kesuksesan iPad, karena apa yang ditemukan pada Mac
dapat dijalankan pada iPad juga.
Beredar foto di internet, yang
menyajikan aplikasi Microsoft Office for iPad. Sampai sekarang, secara
diplomatis Microsoft tidak mengkonfirmasi bahwa mereka sedang
mengembangkan Office untuk iPad. Namun jika mereka melakukan itu, maka
hal ini akan menjadikan iPad memiliki 'added value' yang akan dicintai fansnya.
Adapun
baru beberapa hari yang lalu, Tim Cook -- CEO Apple -- mengeluarkan
statement yang cukup kontroversial. Menurut Cook, tablet dan PC adalah
produk berbeda sehingga harus memakai pendekatan berbeda pula.
Pernyataan ini sangat 'buzzing' di telinga para kompetitor Apple, karena jelas mengkritik pendekatan mereka.
Memang,
Apple menggunakan dua sistem operasi yang berbeda untuk iPod, iPhone,
dan iPad, yaitu iOS. Sementara untuk Macintosh, mereka masih menggunakan
Mac OS X.
Namun satu hal yang seyogyanya diperhatikan, Apple sudah sekian lama berusaha supaya interface iOS dan MacOS X menjadi konsisten satu sama lain. Pada versi terakhir MacOS X, yaitu Lion, banyak menggunakan application interface yang umum digunakan pada iPad.
Android Disukai Para Power User
Android
menjadi 'raksasa' karena dukungan penuh dari berbagai manufaktur
Hardware sejagad. Tidak mau kalah dengan iPad, Android pun juga
dilimpahi berbagai dukungan aplikasi yang powerful. Termasuk komunitas Open Source yang sangat mencintai produk ini.
Android merupakan representasi komunitas Open Source dalam penetrasi
tablet. Ini adalah sebuah strategi konsorsium Linux Foundation, yang
menghadirkan Android pada platform tablet, sebagaimana juga mereka
menghadirkan Linux pada PC dan Server.
Salah satu tablet Android
yang pantas mendapat pujian adalah Samsung Galaxy Note. Berbeda dengan
tablet lain, yang memiliki layar sangat besar, Galaxy Note memiliki
ukuran antara sebuah tablet dan smartphone.
Positioning unik ini menjadikan Galaxy note mendarat pada sebuah niche baru.
Galaxy Note adalah sebuah tablet yang seringan dan efisien smartphone
-- ataupun sebuah smartphone -- yang memiliki fitur sama dengan sebuah
tablet.
Ini adalah bukti bahwa Android, yang didukung komunitas
open source, juga dapat menghasilkan suatu inovasi yang tak kalah dengan
mereka yang proprietary.
Dukungan aplikasi dan fitur yang sangat berlimpah dari Google dan kolaboratornya akan memastikan bahwa power user dapat memuaskan kebutuhan mereka terhadap tablet tersebut.
Google
adalah vendor IT yang termasuk paling siap dalam memasuki era cloud
computing. Dan tablet Android adalah salah satu simpul penting Google
untuk menguasai cloud computing secara global.
Samsung, HTC, LG,
dan lainnya merupakan manufaktur hardware kelas wahid, yang tentu saja
tidak bisa diremehkan oleh Apple. User mendapat keuntungan dalam
menggunakan Android, karena dapat memilih hardware apapun yang mereka
inginkan. Kustomisasi dalam perangkat keras inilah yang tampaknya sukar
ditandingi vendor lain.
Windows 8 Memiliki Banyak Potensi
Sekarang,
tablet Windows 7 sudah jamak ditemukan di pasaran. Acer, ViewSonic, Asus
dan MSI misalnya, sudah merilis tablet Windows 7. Bahkan ada beberapa
model yang bisa dipasang keyboard. Namun, gebrakan revolusioner
sesungguhnya dari Microsoft akan ditunjukkan oleh tablet Windows 8.
Review terhadap produk beta tablet Windows 8 umumnya sangat positif. Reviewer terkesan
dengan interface Metro yang sangat futuristik. Konon, sudah ada
beberapa manufaktur yang berencana memproduksi tablet Windows 8, di
antaranya Lenovo dan Samsung. Namun terbuka juga kemungkinan vendor lain
seperti Acer, HP, Dell atau lainnya juga akan melakukannya.
Selama
ini, Microsoft dituduh sebagai 'penjiplak' MacOS milik Apple. Namun
dengan diperkenalkannya interface Metro, tuduhan tersebut menjadi sangat
tidak berdasar. Metro adalah interface yang unik, dan sama sekali jauh persamaannya dari interface iOS dan MacOS milik Apple.
Bisa dibilang, Metro adalah eksperimen radikal Microsoft untuk mendesain ulang graphical user interface (GUI) sistim operasi Windows. Akhirnya Microsoft bisa kembali ke khittah engineering, dengan menghasilkan inovasi berkualitas.
Interface
Metro, yang diperkenalkan di Windows phone, juga telah mendapatkan
apresiasi positif dari user. Nokia Lumia, yang menggunakan OS Windows
Phone, juga sangat disukai user, dan mulai banyak digunakan di seluruh
dunia. Diharapkan, nantinya tablet Windows 8 juga mendapatkan apresiasi
positif dari komunitas IT, seperti juga Windows Phone.
Developer Windows 8 sepertinya tidak mempedulikan statement Tim Cook. Mereka sudah sangat percaya bahwa konsistensi user interface antara PC dan tablet adalah masa depan dunia IT. Selama Microsoft konsisten pada khittah engineering, rasanya tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Pada Akhirnya User yang Berpesta
Terlepas pada
akhirnya user memilih yang mana, namun jelas bahwa penetrasi Apple,
Google, dan Microsoft terhadap pasar tablet telah membuktikan bahwa ini
adalah suatu niche yang sangat 'seksi'.
Sepuluh tahun
yang lalu, tidak ada seorang pun yang membayangkan bahwa suatu area
kosong di antara smartphone dan notebook pada akhirnya akan diisi oleh
invasi tablet-tablet canggih ini.
Sekarang, tablet sudah
dianggap suatu segmen yang harus digarap dengan sangat serius, seperti
menggarap smartphone ataupun desktop/server/notebook. Namun apakah pada
akhirnya tablet akan menggantikan peran notebook? Hal itu masih terlalu
dini untuk diprediksi.
Bagaimanapun ada beberapa aplikasi yang memang lebih baik dijalankan, paling tidak pada notebook, terutama yang bersifat computation intensive seperti aplikasi scientific. Meski demikian, sudah banyak aplikasi yang awalnya hanya bisa dijalankan di notebook, sudah bisa running dengan baik di tablet.
Eksperimen Microsoft dengan beberapa vendor hardware, dengan menggabungkan fitur touch screen pada
notebook, akan semakin mensamarkan perbedaan antara tablet dan
notebook. iPad dan Tablet Android juga dapat disambung ke keyboard
eksternal, sehingga 'look and feel' notebook masih dapat diperoleh.
Sudah
jelas, walau banyak tumpang tindih kepentingan di sana sini, namun pada
akhirnya ketiga produsen tersebut mendarat pada market yang berbeda.
Apple, seperti biasa, selalu dicintai oleh desainer, seniman, dan
industri kreatif. Sementara Android selalu disukai oleh praktisi IT,
hacker, dan software developer. Namun jangan dilupakan juga,
'cengkraman' Microsoft terhadap setiap urat nadi korporasi dunia masih
sangatlah dominan.
Meski pemetaan pasar tidaklah sehitam putih penjelasan tersebut, namun setiap brand sudah
ada fansnya tersendiri. Ditambah lagi, user dapat bersikap fleksibel
dengan tawaran mereka. Dapat saja seorang user memiliki tablet iPad,
kemudian diberikan tablet Windows 8 oleh kantornya, dan bergabung dengan
komunitas Android.
Seorang 'hardcore' user akan dapat mengoptimasi setiap platform untuk kepentingannya sendiri, yang tentu sesuai dengan kebutuhannya juga.
Dengan demikian, user selalu menjadi pemenang dalam pertempuran raksasa tablet ini, karena mendapatkan 'price/performance'
ratio yang terbaik dan dalam kapasitas mereka sebagai bagian komunitas
peretas, akan mendapat kepuasan tanpa akhir dalam membongkar jeroan
sistem mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar